Bupati Mamuju ‘Tetap Waspada Tapi Jangan panik’

16

Mamuju, Lensakhatulistiwa.com – Menyikapi isu virus corona, Bupati kabupaten Mamuju, H. Habsi Wahid melakukan pertemuan dengan sejumlah Dokter dan Tenaga Kesehatan lingkup Mamuju.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Bupati Mamuju, Rabu (04/03/20) itu membahas sejumlah kebijakan yang dianggap perlu dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mengantisipasi merembabnya virus corona.

Melalui pertemuan terbatas itu, Bupati Mamuju meminta agar instansi teknis segera membuat surat edaran yang isinya berupa himbauan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus covid-19 (corona).

“Namun edaran yang akan di publihs kemasyarakat tidak justru membuat masyarakat menjadi panik,” harap Habsi.

Oleh karena itu, surat edaran yang akan dibuat nantinya lebih ditekankan kepada cara pencegahan serangan virus corona. Sehingga masyarakat dapat terhindar dari penyakit menular yang gejalanya sangat mirip dengan flu biasa tersebut.

Sementara untuk langkah represif, Bupati Mamuju berpesan untuk tidak gegabah yang justru dapat memicu keresahan dan merugikan berbagai pihak.

” Tetap waspada tapi jangan panik,” kata Habsi.

Secara medis dr. Arief Nahrul Badri, M.Kes menjelaskan virus corona sangat mirip dengan flu biasa, namun perbedaannya virus covid-19 lebih cepat penularannya.

Lanjut dr. Arief Nahrul Badri, soal kebenanaran virus corona yang dapat menyebabkan penderita mati mendadak dianggap tidak benar.

“Kondisi tersebut tidak benar, karena serangan virus corona sebagaimana virus lain pada umumnya memiliki masa inkubasi hingga 14 hari sejak terdampak, sehingga masih sangat besar kemungkinan penderita dapat disembuhkan,” jelasnnya saat ditanya visualisasi dramatis yang banyak tersebar di sosial media.

Adapun penderita virus corona yang langsung tumbang ditengah aktifitasnya yang terlihat di beberapa sosial, adalah orang yang sudah terjangkit namun tetap membiarkan dirinya melakukan aktifitas tanpa ada tindakan medis, dan akhirnya terserang dampak yang vital seperti sesak nafas sehingga tidak dapat tertolong.

“Tidak semua juga  penderita flu sudah pasti kena corona, jadi jika ada gejala flu tidak perlu panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan,” terangnya.

Dokter ahli THT ini menekankan yang paling perlu diwaspadai adalah mereka yang terserang gejala flu dan baru datang dari luar negeri. Terlebih lagi yang telah ada kontak langsung dengan penderita.

“jika ditemukan kasus demikian segera laporkan ke Pusat Kesehatan terdekat,” pesanya.

dr. Arief Nahrul Badri menyampaikan upaya preventif yang paling baik dilakukan untuk mencegah virus corona yakni, menjaga pola hidup sehat, mengurangi beraktifitas ditempat yang ramai, dan saat terserang gejala flu atau sakit menular lainnya gunakan masker dan patuhi etika batuk atau bersin.

(*/Adi)

Adventorial 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here